Berita  

Perjudian Menjamur di Tanjung Uma, Pemilik Gelper SKY CITY dan SKY Game Merasa Kebal Hukum

BaganNews.co.id – Menjamur nya perjudian berbentuk gelanggang permainan (gelper) di Kota Batam seakan gagal ditertibkan. Upaya kepolisian Polda Kepri maupun Pemerintah Kota Batam dinilai tidak berdaya membendung maraknya praktik kegiatan ini.

Salah satu lokasi yang menjadi pantauan media ini, Rabu (13/08) tersembunyi di tikungan tajam jalan kawasan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja.

Tampak dari luar tempat ini berkedok usaha makanan bernama SNL Food. Namun di baliknya, tempat itu ternyata diduga menyimpan arena perjudian skala besar yang menyasar banyak kalangan, tak terkecuali anak-anak.

Di dalam kawasan itu beroperasi dua unit gelper besar, yaitu Sky City dan Sky Game. Informasi yang diperoleh menyebutkan kedua tempat ini dikepalai oleh tokoh-tokoh besar seolah-olah memiliki “kekebalan hukum”, yang membuat operasi kegiatan itu bersifat terbuka.

Lokasi yang sangat strategis itu setiap harinya terlihat sangat ramai dikunjungi pengunjung.

Buruk nya peran pihak pengelola sama sekali tidak melihat dampak buruk yang ditimbulkan bagi lingkungan sekitar.

Modus yang digunakan pun sangat paten dan klasik untuk mengelabui petugas dalam pengawasan.
Sistem undian hadiah yang bisa ditukar dengan uang tunai agar dinilai permainan biasa.

Warga setempat, Ani, menyuarakan kegelisahannya. Ia menegaskan bahwa SNL Food diduga hanyalah bentuk kamuflase.

“Ini jelas kamuflase untuk menutupi arena perjudian,” katanya.

Kekhawatiran Ani bukan tanpa alasan. Anaknya yang masih sekolah pernah kedapatan bermain di dalam tempat itu bersama teman-teman sekelasnya.

“Dulu saya dengar dari tetangga anak saya ada di sana bersama kawan-kawannya. Saya cek ke lokasi dan benar saja mereka ada di dalam,” ungkap Ani lagi.

Ia pun sempat melaporkan hal tersebut kepada perangkat setempat, namun hasilnya sangat mengecewakan dan tidak ada tindak lanjut yang berarti.

“Ada perjudian kenapa petugas tidak ada disana ya. Ini bukan rahasia lagi, semuanya sudah terang benderang, tapi dibiarkan saja,” sebut Ani.

Hal yang sama juga dirasakan oleh para awak media. Tim redaksi telah berulang kali berupaya mengonfirmasi keberadaan gelper-gelper ini kepada pihak terkait mulai dari rincian jenis mesin hingga izin operasionalnya.

Namun respons yang didapat sangat mengecewakan. Instansi pemerintah dinilai serentak saling lempar tanggung jawab dan berusaha menutup mata terhadap pertanyaan wartawan.

Ani sebagai masyarakat dan para awak media berharap agar Polda Kepri dan Polresta Barelang segera turun tangan secara tegas mengambil sikap untuk menertibkan kegiatan ini. ***-mt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *