Berita  

Ratusan Ball Paketan Jastip Diduga Tanpa Ijin Ada di Kawasan Top 100, BC dan Polisi Diminta Tangkap Pelaku Usaha

Tampak beberapa pekerja muat barang paketan memasukan ke sebuah lori box di kawasan Top 100, Tembesi Batam, (doc). 

BaganNews.co.id – Keberadaan sebuah ruko di kawasan top 100, Kelurahan Tembesi, Sagulung rupanya selama ini tidak di ketahui oleh pihak Kepolisian Sektor Sagulung. Tiga ruko yang dijadikan satu tempat itu setiap hari nya mengepak barang dalam kemasan jumbo.

Isi dari barang diduga merupakan barang Jastip yang dihubungkan pengantaran nya lewat beberapa titik pelabuhan ilegal yang berdomisili du Barelang, Kota Batam.

Tim awak media, beberapa hari mendapatkan dari pantauan kegiatan di ruko tersebut sedang memasukan barang yang sudah di pack ke sebuah lori Box besar. Lori yang terparkir di depan ruko baris mengantri.

Dilihat dari fisik bangunan, tdak terdapat di halaman depan legalitas plang papan menunjukan bahwa kegiatan tersebut memiliki perusahaan tertentu.

“Trims informasinya, selama ini kami tidak tahu adanya aktifitas bongkar muatan barang di kawasan top 100. Akan kami selidiki, ” ujar Kapolsek Sagulung, Husnul kepada redaksi BaganNews.co.id melalui sambungan telp nya pada, Jumat (21/08).

Dari keterangan pihak Polsek Sagulung, terkesan cukup aneh. Padahal kegiatan yang di lakukan pengusaha Jastip itu jelas terang terangan dan terbuka. Apalagi rutin setiap hari dilakukan.

Ditambah lagi beredar informasi di lapangan. Semua barang tersebut beriringan menuju ke arah Barelang yang selanjutnya dihantar kr setiap daerah tujuan.

Kondisi ini semakin di biarkan, pemikiran yang ada bisa jadi semua petugas takut dengan pemilik usaha.

Sama hal nya dengan Kepala Bea dan Cukai Kota Batam, Agung Widodo. Tim awak media berupaya menjelaskan dan mempertanyakan terkait kegiatan tersebut, hingga saat ini masih belum ada balasan.

Bungkam nya pihak Bea dan Cukai Kota Batam atas laporan media ini menjadi syarat ada dugaan campur tangan petugas hingga tidak berani untuk bertindak.

Pihak pemilik usaha juga belum dapat diketahui siapa pemilik bahkan dalang operasi kegiatan ini, sampai berita ini berulang di unggah. ***(mt)

Exit mobile version