BaganNews.co.id – Pihak pengelola sekaligus pemilik Pelabuhan Jembatan Enam, Barelang yang dikenal dengan nama Apeng, mengambil langkah memblokir seluruh nomor kontak awak media setelah berulang kali dimintai keterangan terkait aktivitas yang berlangsung di pelabuhan tersebut.
Langkah ini dinilai semakin memperkuat dugaan adanya hal yang disembunyikan, terutama terkait kegiatan bongkar muat barang yang diduga memiliki kaitan erat dengan dirinya.
Salah satu pemilik media yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya atas sikap tersebut pada Selasa (14/07).
“Benar, nomor kami semua sudah diblokir. Ini jelas ada campur tangan dari dirinya. Kalau apa yang dilakukan memang benar dan sesuai aturan, untuk apa memblokir nomor wartawan. Apalagi dia adalah pengelola pelabuhan, sudah pasti dia tahu barang apa saja yang keluar masuk di sana,” ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah pemberitaan telah menyoroti keberadaan dua unit mobil pickup dengan muatan pickup berat yang tertutup rapat terpal di pelabuhan tersebut.
Saat ditanya awak media mengenai identitas muatan tersebut, Apeng memberikan jawaban yang dinilai mengelak dengan menyatakan barang-barang itu milik pihak Batalyon.
Selain itu, muncul pula pertanyaan terkait bangunan yang menyerupai gudang yang berada di kawasan pelabuhan tersebut.
Bangunan itu diduga dijadikan tempat transit barang, namun ada pula dugaan lain yang menyebutkan tempat tersebut beroperasi sebagai fasilitas pembuatan es balok untuk kebutuhan kapal penangkap ikan.
Awak media pun mempertanyakan keabsahan izin pendirian dan operasional gudang tersebut.
Namun, ia memberikan penjelasan yang terbuka dan menjawab setiap pertanyaan yang diajukan, Apeng justru memilih memblokir akses komunikasi dengan awak media seolah ingin menutup segala pertanyaan yang muncul.
Saat ini, pihak Bea dan Cukai belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai dugaan dan pertanyaan yang berkembang di masyarakat mengenai aktivitas di Pelabuhan Jembatan Enam. ***
