Berita  

Warga Sagulung Resah, Maling Berhasil Gondol Tabung Gas 3 Kg Milik Pedagang di Simpang Letter S

BaganNews.co.id – Perekonomian di Kota Batam di pertengahan tahun 2026 saat ini terbilang anjlok. Sebagai pusat kota industri, warga Batam dikatakan rawan dalam mencari pekerjaan. Sebahagian pekerja yangbhabis masa nilai kontrak sedikitnya memutuskan beralih ke usaha kuliner.

Tapi ingat, memilih sebuah usaha seperti kuliner tidak semudah membalikan telapak tangan. Kondisi itu tidak di lihat dari besar kecil nya sebuah modal yang akan di keluarkan, akan tetapi keamanan sebagai fasilitas penunjang di tempat berdiri nya usaha memang patut diperhitungkan.

Hal ini terbukti, bagi Riki yang merupakan pedagang minuman tradisionalnya bernama Bandrek Aceh Al – Zairan bertempat di tikungan Letter S, Kecamatan Sagulung telah mengalami kehilangan sebuah Tabung gas subsidi 3 Kg. Hilang nya tabung tersebut diketahui nya pada , Kamis sore, (13/08) ketika dirinya hendak membuka usaha tersebut.

Herannya dia, ketika membuka laci di bawah gerobak tempat penyimpanan. Sangkutan gembok mengalami rusak terlihat patah dua akibat seperti guntingan besi.

“Waduh,,,, apalagi ini. Koq bisa laci tempat penyimpanan bisa terbuka. Gemboknya pun sudah lepas dan rusak. Kompor masih ada, tapi tabung nya tidak nampak lagi, “ungkap Riki, seperti dikatakan Bingkas Sianturi pemilik lahan kepada Alarm.co.id.

Sepertinya, maling tersebut sudah memantau sejak dini dan menghitung waktu buka tutup usaha milik nya. Walaupun akses tempat tersebut ramai berada di pinggir jalan. Tak menghentikan niat alap alap malam tersebut beraksi.

“Kami buka sore hari, dan tutup keseringan hampir jam 3 subuh. Bukan harga tabung nya, tapi maling itu sudah terbiasa di lingkungan ini,” ujarnya.

Nasib sial bukan menimpa Riki saja. Tetangga sebelahnya pun pemilik usaha ayam penyet mengalami hal serupa. Dari tabung dan waktu hari nya pun bersamaan hilang juga.

Keterangan yang di dapat dari dua pedagang itu. Pemilik lahan, Bingkas Sianturi yang menyewakan tempat itu sudah resah akibat ulah maling. Sebelumnya ia pun sering mendengar banyak warga yang menjadi resah akibar banyak nya berita kemalingan di wilayahnya.

“Ini sudah tak bisa di biarkan. Saya sering juga begadang sampai malam, tapi pintaran maling itu dari tuan rumah. Kami sering kecolongan. Kalau dapat maling nya tak akan kita kasih ampun. Kita minta bantu juga dari pihak Polsek setempat malalui Bhabinkamtibmas agar lebih di tingkatkan patroli malam, ” pungkasnya. ***_red

Exit mobile version