Pendekatan Harmonis dan Tindakan Tegas Kogabwilhan III
Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keamanan dan kedamaian di wilayah Papua. Tidak hanya berupaya mengatasi ancaman dari Organisasi Papua Merdeka (OPM), mereka juga membuka peluang bagi anggota kelompok bersenjata untuk kembali kepada NKRI. Dalam enam bulan terakhir, sebanyak 59 anggota OPM telah menyatakan kesetiaan kepada negara.
Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menyampaikan bahwa pendekatan yang dilakukan mengutamakan pembangunan daerah dan masyarakat. “Dengan pendekatan harmonis yang menitikberatkan pada pembangunan daerah serta masyarakat, Alhamdulillah, Puji Tuhan, 59 anggota OPM aktif akhirnya memilih kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi,” ujarnya.
Tindakan Tegas Terhadap Anggota OPM yang Melanggar
Meskipun Kogabwilhan III bersikap lunak terhadap anggota OPM yang ingin kembali, mereka tetap tegas terhadap kelompok yang terus melakukan ancaman dan aksi kekerasan. Lucky menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas, terutama saat situasi mendesak.
“Tindakan tegas terukur yang kami lakukan diantaranya kepada Komandan Operasi Kepala Air Kodap Ilaga OPM Jeki Murib dan puluhan anggota OPM lainnya yang terkenal sadis,” katanya.
Selama Januari hingga Juni 2026, sebanyak 54 anggota OPM sudah ditindak tegas. Banyak dari mereka menjadi tersangka dalam tindak kejahatan kemanusiaan seperti perampokan, pembakaran rumah warga dan fasilitas umum, pemerkosaan, hingga pembunuhan.
Ancaman yang Diarahkan Kepada TNI
Lucky menjelaskan bahwa anggota OPM sering menggunakan masyarakat sebagai tameng hidup saat berhadapan atau menyerang TNI. Hal ini juga terjadi saat mereka hendak ditangkap. Selain itu, OPM sering menyerang dengan cara yang tidak terkendali, seperti menembakkan senapan mesin hingga melukai prajurit.
“Karena itu, TNI harus mengambil tindakan tegas untuk melindungi diri dan masyarakat,” tambahnya.
Apresiasi atas Kerja Keras dan Kolaborasi
Atas upaya yang dilakukan selama setengah tahun, Lucky menyampaikan apresiasi kepada semua prajurit serta seluruh aparat, tenaga kesehatan, guru, tokoh agama, tokoh adat, relawan, dan masyarakat Papua. Mereka terus berjuang menjaga kedamaian, persaudaraan, dan harapan di Tanah Papua.
“Pengabdian mereka menjadi pengingat bahwa Indonesia dibangun bukan hanya oleh kekuatan negara, tetapi juga oleh semangat gotong royong, persatuan, dan rasa cinta kepada sesama,” ujarnya.
Visi Masa Depan Papua
Lucky percaya bahwa masa depan Papua akan semakin baik jika seluruh elemen bangsa terus bekerja sama. Ia menekankan pentingnya menjaga persaudaraan, menghormati nilai-nilai kemanusiaan, menghargai adat dan budaya, serta membuka ruang bagi pembangunan yang memberikan manfaat.
“Kami meyakini bahwa masa depan Papua akan semakin baik apabila seluruh elemen bangsa terus bergandengan tangan, menjaga persaudaraan, menghormati nilai-nilai kemanusiaan, menghargai adat dan budaya, serta membuka ruang bagi pembangunan yang membawa manfaat,” pungkasnya.
